Bobarabiru – Panggung konsolidasi masyarakat Makeang-Kayoa (Makayoa) di Maluku Utara mendadak jadi sorotan hangat akhir-akhir ini. Topik mengenai arah kepemimpinan dan masa depan paguyuban ini bahkan menjadi perdebatan seru di berbagai platform media sosial seperti grup Facebook hingga WhatsApp.
Menjawab dinamika tersebut, Pengurus Besar (PB) Makayoa kini resmi mematangkan persiapan Musyawarah I yang dijadwalkan bergulir pada akhir November atau paling lambat awal Desember 2026 mendatang.
Agenda besar ini digadang-gadang bakal menjadi momen pembuktian regenerasi kepemimpinan agar organisasi dapat bergerak dengan kegiatan sosialnya yang berdampak luas bagi masyarakat Maluku Utara.
Sinyal kuat perubahan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PB Makayoa, Dr. H. Rivai Umar, berdampingan dengan Dr. Hi. Noho Ulidam, Dr. Hi. Amanan Ketua Panitia Musyawarah I, Ir. Abuhari Hamza, M.Si., serta para tokoh senior Ir. Hi. Amran Mustary, MT, Ir. Hi. Wajir ,ST, Drs. Hi Jafar Umar, M.Si, Arsad Sadik Sangaji, S.Sos, M.Si dan Yusri Sagaf, M.Si usai rapat pemantapan di Samatira Cafe, Ternate, Senin (26/10/2026).

Pernyataan Menohok Rivai Umar: “Energi Kami Sudah Habis, Saatnya yang Muda Tampil!”
Dalam keterangannya, Dr. Rivai Umar secara ksatria mengakui bahwa kepemimpinan senior telah menyelesaikan tugas pengabdiannya. Kini, giliran darah segar yang harus mengambil alih kemudi organisasi.
“Beberapa pengurus, termasuk saya, sudah uzur dan energinya habis termakan usia. Karena itu, bersama para tokoh senior malam ini serta arahan dari Wagub Maluku Utara Bapak Sarbin Sehe, kami sepakat: musyawarah ini harus melahirkan regenerasi dan calon pemimpin muda Makayoa!” tegas Dr. Rivai.
Meskipun menyedot perhatian banyak kalangan, Dr. Rivai mewanti-wanti agar Makayoa tetap berada di jalur netral. Ia menegaskan paguyuban ini murni berfokus pada misi sosial dan persaudaraan, bukan alat politik praktis.
“Tapi kalau ada partai politik atau pihak luar yang butuh potensi generasi MAKAYOA untuk membangun daerah, tentu kami sangat terbuka,” tambahnya.
Falsafah Luhur & Transparansi Tanpa “Pemain Belakang”
Di tengah dinamika sosial Maluku Utara, PB Makayoa terus memegang teguh prinsip luhur: “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Makayoa berkomitmen untuk tetap menjadi perekat antar-etnis yang harmonis dan sejuk.
Di sisi lain, Ketua Panitia Musyawarah I, Ir. Abuhari Hamza, M.Si., menjamin proses pencalonan bakal berlangsung 100% transparan.
“Kami bersama tim steering committee sudah merancang aturan main yang terbuka. Siapa saja warga Makeang-Kayoa yang memenuhi kriteria dan punya visi besar, punya kesempatan sama untuk maju!” ujar Abuhari Hamza.
Banjir Dukungan: Dari Tokoh Lintas Daerah hingga Para Rektor Kampus Ternama
Musyawarah perdana ini diprediksi akan menjadi magnet konsolidasi terbesar akhir tahun di Maluku Utara. Gelombang dukungan terus mengalir deras dari perwakilan kabupaten/kota seperti Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Pulau Morotai, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula dan Taliabu.
Tak main-main, jajaran elit akademisi dari berbagai kampus di Maluku Utara bersama para pimpinan partai politik dan pejabat daerah dari kalangan Makayoa, turut memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya ajang bersejarah ini.
Melalui Musyawarah I ini, PB Makayoa siap membuktikan bahwa kekeluargaan, soliditas, dan regenerasi kepemimpinan mampu membawa perubahan nyata bagi kemajuan Maluku Utara! Red