Maluku utara

Pemprov Malut Dorong Hilirisasi Kelapa dan Perikanan, Konektivitas Jadi Kunci Pengembangan Pariwisata

Redaksi Diperbarui 08:47 WIT 2 menit membaca
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe saat meninjau produk
Ukuran Teks:

Bobarabiru –Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong diversifikasi investasi melalui pengembangan hilirisasi kelapa, penguatan sektor perikanan, dan komoditas pangan guna mengurangi ketergantungan terhadap industri pertambangan. Selain itu,peningkatan konektivitas transportasi menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menyampaikan hal tersebut dalam sesi wawancara pada kegiatan North Maluku’s Investment Business Forum 2026, Kamis, 29 Oktober 2026. Ia mengatakan,pengembangan sektor-sektor potensial di luar pertambangan perlu dipercepat agar struktur ekonomi daerah semakin beragam dan berkelanjutan.

Menurutnya, hilirisasi kelapa menjadi salah satu sektor yang berpeluang dikembangkan, seiring dengan potensi komoditas perkebunan di Maluku Utara. Pemerintah daerah juga mendorong penguatan hilirisasi perikanan dan pengembangan komoditas pangan sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.

“Kita berharap tiga sampai empat tahun ke depan, kita tidak tergantung pada hilirisasi nikel atau tambang, tetapi sudah bergeser ke hilirisasi kelapa. Kita juga berharap percepatan di sektor perikanan dan komoditas pangan,” ujarnya.

Sarbin menyebutkan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama pemerintah kabupaten terus membuka peluang investasi untuk mendukung pengembangan sektor-sektor tersebut. Salah satunya melalui rencana pengembangan usaha perkebunan dan penguatan pangan di Kabupaten Halmahera Tengah.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar 80 hektare untuk mendukung pengembangan tersebut.Selain itu, pemerintah daerah juga telah melakukan pertemuan dengan sejumlah investor guna menjajaki peluang kerja sama.

Di sektor pariwisata, Sarbin menegaskan bahwa Maluku Utara memiliki potensi destinasi yang menjanjikan, termasuk Pulau Morotai dan Guraici. Namun, potensi tersebut perlu didukung akses transportasi yang memadai agar lebih mudah dijangkau wisatawan.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga membutuhkan konektivitas yang memungkinkan masyarakat dan wisatawan mencapai destinasi dengan cepat, aman, nyaman, dan terjangkau.

Ia mencontohkan perlunya optimalisasi fasilitas transportasi udara, termasuk bandara di sejumlah wilayah, untuk memperkuat akses menuju destinasi wisata di Maluku Utara.

“Konektivitas menjadi jawaban terhadap pengembangan pariwisata. Bagaimana orang menuju tempat pariwisata itu dengan cepat, aman, nyaman, dan murah,” katanya.

Melalui penguatan investasi di sektor kelapa, perikanan, komoditas pangan, dan pariwisata, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap potensi ekonomi daerah dapat dikembangkan secara lebih optimal. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Pemerintah daerah juga menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dan para investor agar peluang investasi dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan usaha yang konkret dan berkelanjutan,”Pungkasnya. Red

Tinggalkan komentar